radang panggul
Penyebab Dan Gejala Penyakit Radang Panggul
September 11, 2016
minuman pelancar haid
Minuman Dan Makanan Pelancar Haid
September 12, 2016

Fase dan Siklus Menstruasi Pada Wanita

fase menstruasi

siklus menstruasi pada wanita

Menstruasi atau ada juga yang menyebutnya haid atau datang bulan merupakan perubahan fisiologis yang akan dialami oleh wanita secara berkala, biasanya terjadi setiap bulan. Perubahan fisiologis ini dipengaruhi oleh hormon-hormon reproduksi seperti hormon progesteron dan juga estrogen. Menstruasi akan terjadi pada wanita di usia 11-16 tahun, dan akan berakhir pada usia 40 sampai 50 tahun yang disebut dengan tahap menopause.

Dalam proses menstruasi, darah yang berasal dari rahim akan keluar melalui vagina. Hal ini terjadi karena sel telur tidak mengalami pembuahan di rahim, sehingga membuat lapisan dinding rahim atau endometrium menebal dan luruh. Menstruasi umumnya akan terjadi selama 3 sampai 7 hari. Berikut ini adalah beberapa hal yang harus Anda ketahui mengenai siklus menstruasi dan juga fase menstruasi yang selalu Anda lalui tiap kali mengalami siklus.

Siklus Menstruasi

Sejak remaja, wanita umumnya akan mengalami siklus menstruasi. Siklus haid merupakan perubahan pada bagian organ reproduksi wanita, yaitu saat lapisan dinding rahim atau endometrium menebal kemudian luruh karena tidak terjadi pembuahan. Siklus menstruasi ini terjadi berbeda-beda pada setiap wanita, namun umumnya terjadi antara 23-35 hari. Jika wanita mengalami siklus di rentang waktu tersebut, siklus masih dikatakan normal.

Siklus menstruasi terjadi karena diatur oleh 5 hormon tubuh, yaitu:

  • Hormon ini sangat berperan penting terutama pada ovulasi pada siklus reproduksi wanita. Hormon yang diproduksi di ovarium ini juga berperan pada perubahan tubuh seorang remaja ketika berada dalam masa pubertas, dan hormon ini juga terlibat pada pembentukan kembali lapisan rahim ketika periode menstruasi telah selesai.
  • Untuk menjaga siklus reproduksi dan kehamilan, hormon yang juga diproduksi di ovarium ini bekerjasama dengan hormon estrogen. Hormon ini juga berperan dalam terjadinya penebalan dinding rahim.
  • Hormon pelepas gonadotropin. Hormon ini diproduksi oleh otak yang berguna untuk membantu memberi rangsangan pada tubuh untuk memproduksi hormon perangsang folikel dan juga hormon pelutein.
  • Hormon pelutein. Hormon ini akan bertugas untuk merangsang ovarium untuk memproduksi sel telur dan juga proses ovulasi.
  • Hormon perangsang folikel. Hormon yang diproduksi di kelenjar pituitari bagian bawah otak ini akan berguna untuk membantu sel telur pada ovarium untuk matang dan siap dilepaskan.

fase menstruasiFase Menstruasi

Ada beberapa fase yang akan dilalui oleh seorang wanita pada saat melalui siklus menstruasinya. Fase-fase tersebut yaitu fase menstruasi, fase pra-ovulasi, fase ovulasi dan juga fase pasca ovulasi. Berikut ini penjelasannya:

Fase Menstruasi

Fase ini akan dialami oleh para wanita setiap bulan, dan barulah wanita akan dikatakan produktif. Fase menstruasi ini akan dialami wanita sekitar 3-7 hari. Pada saat inilah, lapisan dinding rahim akan luruh dan mengeluarkan darah menstruasi. Darah yang keluar pada fase menstruasi ini biasanya sekitar 30-40 ml di tiap siklusnya.

Pada hari pertama menstruasi, biasanya wanita akan merasakan sakit ataupun nyeri yang disebabkan karena otot-otot rahim yang berkontraksi untuk mendorong dan juga mengeluarkan lapisan dinding rahim yang sudah luruh menjadi darah menstruasi.

Lapisan dinding rahim yang luruh ini disebabkan karena kadar progesteron dan juga estrogen menurun. Semakin menurun progesteron dan juga estrogen ketika pada fase menstruasi, maka akan menyebabkan meningkatnya hormon perangsang folikel, dan memancing berkembangnya folikel-folikel atau kantong berisi indung telur di dalam ovarium. Namun hanya akan ada satu folikel yang akan terus berkembang dan akan memproduksi estrogen. Estrogen pada wanita akan sangat rendah ketika awal menstruasi, dan akan mulai meningkat seiring dengan berkembangnya folikel.
chat online

Fase Pra-ovulasi

Pada fase pra-ovulasi, lapisan dinding rahim akan mulai menebal kembali walaupun sedikit. Di fase ini, terjadi proses pembentukan dan juga pematangan ovum di dalam ovarium. Namun belum bisa terjadi pembuahan pada fase ini, karena kondisi rahim yang belum kembali pada kondisi normal.

Fase Ovulasi

Fase ovulasi tiap wanita akan berbeda-beda. Banyak yang mengira bahwa fase ovulasi akan terjadi pada hari ke-14 setelah siklus pertama, namun sebenarnya itu bukanlah patokan. Karena ovulasi tergantung pada siklus yang dialami tiap wanita.

Pada fase ovulasi, ovum telah matang dan juga siap untuk dibuahi. Jika Anda berencana memiliki momongan, maka Anda bisa melakukan hubungan intim bersama pasangan pada fase ini. Biasanya sperma akan bertahan selama 3 sampai 5 hari, karena pada fase ini hormon estrogen sedang meningkat.

Fase Pasca Ovulasi

Di fase ini lapisan dinding rahim akan semakin menebal karena folikel yang sudah pecah dan mengeluarkan sel telur akan membentuk korpus luteum. Korpus luteum ini akan menghasilkan estrogen yang menyebabkan lapisan dinding rahim akan semakin menebal.

Jika pada fase ini sel telur tidak mengalami pembuahan, maka wanita akan merasakan gejala pramenstruasi (PMS). Yang biasanya terjadi ketika PMS yaitu perubahan pada emosi yang menjadi lebih sensitif, perubahan kondisi fisik seperti nyeri di payudara, pusing, mudah lelah ataupun merasa kembung. Selain itu, korpus luteum juga akan berdegenerasi dan juga berhenti menghasilkan progesteron. Kadar progesteron dan estrogen yang menurun karena tidak terjadinya pembuahan akan membuat lapisan dinding rahim meluruh menjadi darah menstruasi dan wanita akan kembali mengalami fase menstruasi.

gejala pada menstruasi

Siklus Haid Tidak Teratur

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, periode menstruasi akan terjadi antara 23 sampai 35 hari. Jika siklus lebih pendek dari 23 hari, atau lebih panjang dari 36 hari, maka siklus Anda dikatakan tidak teratur. Siklus tidak teratur juga terjadi jika Anda mengalami jarak antar siklus yang berbeda dari bulan ke bulan. Misalnya pada bulan ini siklus Anda 24 hari, bulan lalu 32 hari, dan bulan sebelumnya 30 hari. Hal ini wajar jika hanya terjadi siklus menstruasi yang tidak teratur hanya sesekali saja.

Biasanya ketidakteraturan siklus menstruasi ini bisa diakibatkan oleh beberapa faktor, misalnya stres ataupun adanya penyakit yang membuat ovulasi ataupun menstruasi menjadi terlambat. Selain itu juga ada beberapa penyebab umum yang membuat menstruasi menjadi tidak teratur, yaitu gangguan makan, olahraga berat dan terlalu berlebihan, obesitas, masalah hormonal, menyusui, dan juga penggunaan obat-obatan tertentu.

Siklus menstruasi yang tidak teratur bisa saja terjadi karena adanya gangguan menstruasi, seperti menorrhagia, amenorea, dismenorea, dan oligomenorea. Menstruasi yang tidak teratur bisa membuat siklus menstruasi Anda menjadi lebih lama ataupun lebih cepat. Periksakan diri Anda ke dokter, jika Anda sering mengalami siklus menstruasi yang tidak teratur.

Jika Anda merasakan siklus haid yang tidak teratur terus menerus, haid terjadi sangat menyakitkan dan gejala abnormal lain, segera konsultasikan pada dokter. Karena hal tersebut bisa saja membuat terjadinya distorsi pada seluruh jaringan, seperti fungsi limpa, ginjal dan juga hati.
chat online

Kaitan Siklus Haid Tidak Teratur Dengan Sulit Hamil

hamil dan menstruasiBanyak yang menduga bahwa siklus yang tidak teratur akan mempersulit seorang wanita untuk hamil. Sebenarnya itu tidak sepenuhnya salah. Karena untuk bisa hamil, maka dibutuhkan sel telur di rahim. Namun jika siklus berjalan tidak teratur, berarti ovulasi di tubuh Anda terjadi secara tidak konsisten ataupun malah tidak terjadi ovulasi sama sekali. Maka semakin jarang terjadi ovulasi, kesempatan untuk hamil juga akan semakin sedikit bagi seorang wanita.

Anda bisa melakukan beberapa cara untuk meningkatkan kesuburan Anda jika ingin cepat hamil. Misalnya seperti mengonsumsi suplemen peningkat kesuburan yang biasanya kaya akan vitamin prenatal, dan juga penggunaan penyeimbang hormon untuk membuat siklus terjadi secara teratur.

Anda juga harus merubah pola hidup Anda biasanya untuk mendapatkan siklus yang lebih teratur. Bagi wanita yang memiliki obesitas, disarankan untuk menurunkan berat badan, dan juga konsumsi makanan yang lebih sehat. Dan diperlukan juga pemeriksaan apakah terdapat penyakit tertentu di dalam tubuh Anda, yang membuat siklus menjadi tidak teratur.

Anda dapat mengetahui kapan masa ovulasi Anda dengan cara berikut ini:

  • Menandai di kalender. Tandai siklus haid Anda pada sebuah kalender, untuk mengetahui secara lebih jelas mengenai pola menstruasi yang Anda alami. Hal ini juga diperlukan untuk jejak rekam yang bisa Anda tunjukkan pada dokter jika diperlukan.
  • Cek lendir rahim. Lendir rahim atau sekresi vagina dapat menjadi petunjuk untuk mengetahui ovulasi Anda. setelah siklus berakhir, maka lendir akan menghilang, dan akan muncul kembali dengan jumlah yang cukup banyak ketika menjelang ovulasi. Selama masa ovulasi, lendir tersebut akan berwarna transparan, kental dan juga elastis. Kondisi lendir yang berwarna terang, licin, dan melar, menandakan bahwa Anda sudah masuk hari subur Anda.
  • Tes urin. Di pasaran, banyak dijual alat periksa ovulasi yang fungsinya untuk memeriksa kelebihan hormon di dalam urine, yang bisa menandakan apakah Anda sedang berada di masa ovulasi atau tidak. Atau Anda juga bisa menggunakan monitor kesuburan, berupa mesin kecil untuk mengumpulkan urine untuk menentukan kapan Anda mengalami ovulasi berdasar tingkat hormon yang Anda miliki.
  • Tes darah. Anda bisa melakukan cek darah di laboratorium untuk mencari tau kapan Anda mengalami ovulasi. Dokter juga akan menyarankan Anda melakukan tes darah yang bisa menentukan kadar dan juga fungsi hormon pada hari-hari berbeda selama menstruasi Anda. tes tersebut bisa berguna untuk memeriksa apakah Anda mengalami ovulasi atau tidak.
  • Cek suhu basal. Anda memerlukan termometer khusus yang bernama termomemeter basal digital yang digunakan untuk menghitung suhu tubuh secara rinci, sampai sepersepuluh derajat ataupun lebih. Cek suhu basal tubuh Anda pada pagi hari setelah bangun tidur dan belum melakukan apapun, termasuk bangun dari tempat tidur. Karena aktivitas kecil dan sedikit pun bisa merubah suhu tubuh Anda. Cek suhu tubuh setiap hari, jika terjadi lonjakan, hal tersebut menunjukkan bahwa Anda sedang dalam masa ovulasi.

Penelitian menunjukkan bahwa masa subur seorang wanita akan dimulai sekitar 5 hari sebelum masa ovulasi dan akan berakhir pada hari dimana ia mengalami ovulasi, dengan peluang terbesar untuk terjadi kehamilan adalah 2 hari sebelum terjadi ovulasi. Untuk itu diperlukan pengetahuan untuk para wanita agar mengetahui siklus menstruasi yang dialami setiap bulannya.
chat online